Halo, balik lagi di sini. Yah, kali ini saatnya review filmnya the Lightning Thief. Dari mana mulainya ya? Oh iya, info dulu biar afdol. Film fantasi garapan sutradara Chris Colombus ini dirilis pada 12 februari 2010. Seperti yang kalian tahu film ini berdasarkan buku dengan judul yang sama, yang ditulis oleh Rick Riordan.
Sayangnya film yang sudah diharapkan ini nggak terlalu bagus. Sudah pernah nonton Dragonball versi bioskop? Eragon? atau mungkin The Last Airbender? Alasannya film ini jelek juga nggak beda jauh sama film yang saya sebut tadi, yaitu karena:
- Alurnya beda dari aslinya
- Adegannya beda dari aslinya
- Alurnya beda dari aslinya
- Adegannya beda dari aslinya
Nggak perlu kaget, itu bukan typo kok. 2 alasan tersebut sudah bikin jelek suatu film di mata penggemar yang sudah pernah baca bukunya karena film itu lebih utama alur daripada yang lainnya. Ibaratnya sudah biasa pakai ultrabook canggih dengan GPU Nvidia GeForce tapi tiba-tiba harus pakai komputer lawas yang OSnya masi pakai DOS. Nyesek pasti.
Kekurangan film tersebut kebanyakan hanya dirasakan bagi yang sudah pernah baca bukunya. Bagi yang belum pernah mungkin enjoy-enjoy aja, karena harus saya akui kalau alurnya yang beru memang lebih gampang (bahkan terlalu gampang) dicerna.
Kalau gitu langsung aja pros & consnya:
cons:
cons:
- Aktornya ketuaan
- Jalan ceritanya beda dari buku
- Beberapa karakter agak menyimpang dari buku
- Alur (terlalu) gamblang
Pros:
- Efek CGI yang keren.
- Aksinya cukup seru
- Alur gampang dicerna
Film ini jelek atau enggaknya tergantung juga dari persepsi. Saya sendiri sih merasa film ini hanya layak ditonton untuk hiburan kecil-kecilan saja. Saya sarankan kalau mau baca bukunya, nonton dulu fimnya supaya nggak kecewa.
Akhirnya sampai di akhir post ini, saya si Demit Gaul mewakili semua rekan yang bertugas (yaitu saya sendiri) undur diri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar